DYAH AYU RAHMAWATI, Lestarikan Karawitan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Senin, 4 Januari 2010 Oleh: dian

Kesadaran untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya tradisional asli Indonesia harus terus dipupuk. Jangan sampai kekayaan khazanah seni budaya Indonesia tersebut diakui oleh pihak lain. Hal tersebut tentunya menjadi tugas semua pihak, terlebih generasi muda sebagai tulang punggung bangsa dan Negara di masa depan. Terpaan teknologi modern membuat sebagian besar generasi muda terlena dan dengan mudahnya melupakan seni budaya asli tanah air.

”Merupakan hal yang cukup memprihatinkan bagi saya saat melihat para pemuda sangat menggandrungi budaya dan tren dari luar namun mereka tidak cukup tertarik untuk mempelajari budaya Indonesia yang merupakan budaya mereka sendiri. Secara tidak langsung para anak muda sekarang ini ikut serta dalam melestarikan budaya dan tren dari luar tersebut tersebut,”ungkap Dyah Ayu Rahmawati, mahasiswa jurusan Manajemen UMY angkatan 2009 yang berhasil merintis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Bagaskhara di UMY.

”UKM Bagaskhara ini akan segera di Launching pada Januari 2010, dan merupakan UKM ke 27 di UMY. Bagaskhara diambil dari bahasa jawa yang artinya matahari, namun secara istilah Bagaskhara bisa diartikan dengan melestarikan budaya,” paparnya saat ditemui dalam acara sarasehan seluruh UKM UMY di gedung AR Fahruddin UMY, Senin (28/12).

Berdasarkan keprihatinan tersebut, Dyah panggilan akrab mahasiswi berkacamata ini, berniat melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya seni karawitan tersebut. Seni Karawitan adalah seni mengolah alat musik bunyi-bunyian (instrumen) tradisional. Di beberapa tempat, alat bunyi-bunyian tradisional tersebut disebut gamelan. Termasuk di dalamnya alat musik tabuh, gesek, tiup, petik dan sebagainya. Ada yang dikombinasikan dengan tari-tarian atau wayang dan ada juga yang murni musik saja.

Niat ini sudah Dyah bangun sejak 4 tahun yang lalu, saat ia mulai belajar kebudayaan di balai budaya Minomartani. Namun karena pada saat itu ia masih SMP, dia belum mempunyai media untuk mengimplementasikan niatnya tersebut. ”Akhirnya setelah saya kuliah di UMY, saya memiliki ide untuk membuat komunitas saja, namun karena dorongan dari banyak teman dan senior, ide untuk membuat komunitas berubah menjadi cita – cita untuk mendirikan UKM,”ungkapnya.

Merintis UKM Karawitan Bagaskhara bukan hal yang mudah bagi gadis berusia 19 tahun ini. Selintingan – selintingan pesimistis atas idenya tersebut terus bergulir. ”Awalnya banyak orang – orang yang memandang saya sebelah mata hanya karena saya mahasiswa baru yang baru berapa bulan kuliah di sini, tapi saya bisa membuktikan bahwa berapa lama saya di sini bukanlah hal yang penting, tapi komitmen, intensitas, dan loyalitas saya pada niat mendirikan UKM ini yang bisa membuktikan bahwa saya bisa merintis UKM Karawitan ini,”paparnya sambil tersenyum.

Selain untuk melestarikan budaya, Dyah juga melihat bahwa Karawitan ini memiliki peluang ”pasar” yang besar. Terutama dalam event – event kebudayaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Menurut Dyah, dia selalu memegang nasehat ayahnya yang selalu mengatakan jika ingin ”berbisnis” carilah bidang yang jarang disentuh orang. Karena nasehat itu juga Dyah memutuskan untuk fokus di Karawitan. ” Jadi kita bisa dapat double manfaat, yang pertama sebagai implementasi beridealisme untuk melestarikan budaya, dan yang kedua karawitan juga bisa menjadi produk seni yang memiliki nilai jual baik nasional terlebih lagi internasional,” paparnya.

Lebih lanjut, Dyah berharap UKM Karawitan Bagaskhara yang dirintis oleh 12 orang dan kebanyakan dari keduabelasnya adalah orang luar jawa ini, bisa menarik anak – anak muda, khususnya mahasiswa untuk tergerak hati, sisi kebudayaan dan kreatifitasnya untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya jawa. ”Apalagi Karawitan sekarang bukan hanya disajikan sebagai musik tradisional, namun instrumen – instrumen ini juga bisa menjadi musik kontemporer. Jadi variasi musik tradisional dan kontemporer ini bisa terus memacu para kaum muda untuk terus menggali ide – ide kreatifnya,”tandasnya.


Leave a Reply