Fakultas Hukum UMY Adakan Pertukaran Mahasiswa ke Malaysia
Sebanyak enam mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) akan berangkat ke Malaysia pada 20 Juli 2009 untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di Ahmad Ibrahim Kulliyyah of Laws International Islamic University of Malaysia (AIKOL IIUM). Keenam mahasiswa yang telah melewati serangkaian proses seleksi tersebut nantinya akan tinggal di asrama IIUM dan mengikuti kuliah sit in di AIKOL IIUM selama satu bulan. Selama di Malaysiwa, mahasiswa juga diharuskan untuk mempresentasikan makalah mengenai sistem hukum di Indonesia.
Program pertukaran ini merupakan program unggulan FH UMY bekerjasama dengan AIKOL IIUM yang telah berlangsung sejak tahun 2007. Selain mengirimkan mahasiswa, FH UMY juga menerima mahasiswa dari AIKOL UMY untuk belajar di FH UMY selama satu bulan.
Menurut Direktur pogram Internasional FH UMY, Iwan Satriawan, S.H., MCL., program pertukaran ini merupakan salah satu bentuk peningkatan mutu FH UMY. FH UMY ingin memicu mahasiswa untuk berpikiran maju dan berwawasan internasional.
“Kita menginginkan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman internasional melalui program ini,” ujar Iwan ketika ditemui di kantor Biro Humas dan Kerjasama UMY pada Kamis (11/06). Lebih lanjut, Iwan menambahkan dipilihnya IIUM sebagai tempat melaksanakan program dilihat dari pertimbangan bahwa IIUM merupakan universitas internasional yang juga kaya akan keragaman budaya. “Mahasiswa IIUM tidak hanya dari Malaysia, tapi dari lebih dari seratus negara. Sementara dosennya datang dari 25 negara,” tambah Iwan.
Menurut Sri Widodo, S.Fil., SH., yang merupakan alumni angkatan pertama program pertukaran ini, program ini memberikan dua manfaat sekaligus bagi pesertanya. “Manfaat terkait hukum, kita bisa belajar mengenai bagaimana common law diterapkan. Selain itu, peserta juga nantinya dapat membandingkan hukum Indonesia yang menggunakan civil law atau berdasarkan Undang-undang, sedangkan Malaysia menggunakan common law yang didasarkan pada putusan hakim terdahulu,” paparnya.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang peserta tahun ini, Yunita Rahmawati. Ia mengungkapkan, memahami dan mempelajari sistem hukum negara lain secara langsung merupakan pelajaran yang tidak ia temukan jika ia tidak terpilih dalam program ini. “Manfaat lain adalah secara budaya, kita jadi mengenal banyak budaya yang berbeda-beda,” tuturnya.
Saat ini para peserta program mendapat pelatihan secara intensif untuk mata kuliah Constitutional Law, Criminal Law, English, and Method of Presentation sebagai persiapan menjelang keberangkatan ke Malaysia.
Selain Yunita, tercatat lima peserta program pertukaran mahasiswa ke AIKOL IIUM 2009 lainnya, yaitu Lutu Dwi. P, Ariza Umami, Dhanis Astuti, Hardini Meigy Sari, dan Nur Fitriya Rumodar. Kesemuanya merupakan mahasiswa FH UMY yang terdiri dari beragam angkatan mulai tahun 2005 hingga 2007.
waaa kerennn slamet yahhh!
Ati2 Ntar di siksa kayak Manohara Lohhh!