Entrepreneurship Corner Ada di UMY
Entrepreneurship corner adalah sarana pengembangan mata kuliah mahasiswa untuk berwirausaha sekaligus mempraktekkan secara langsung materi yang didapat saat perkuliahan. Sarana ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk membekali jiwa kemandirian, dan percaya diri dalam menghadapi dunia kerja di era globalisasi. Entrepreneurship corner yang berbentuk laboratorium ini, digunakan untuk mengembangkan praktik matakuliah entrepreneurship di Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FE UMY). Demikian ungkap Misbahul Anwar, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), kemarin di ruangannya.
Pria yang saat ini mengajar di Manajemen FE UMY ini menjelaskan, entrepreneurship corner yang baru dibentuk ini, mahasiswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok, yang tiap kelompoknya terdiri dari 3-5 orang. Setelah dibentuk kelompok, mahasiswa tersebut dapat langsung melakukan praktek berwirausaha yang dibimbing langsung oleh pengajar mata kuliah entrepreneurship. Mereka berjualan selama satu semester secara bergiliran. Praktek entrepreneurship yang sudah berjalan saat ini, yaitu menjual nasi bungkus, dan makanan kecil.
Mengenai keuntungan penjualannya, Misbahul menegaskan, FE UMY hanya menyediakan space khusus, tetapi FE UMY tidak sedikitpun untuk meminta bagian dari hasil keuntungannya. Untuk jenis barang yang dijual, mahasiswa bebas berjualan apa saja, tetapi harus konsultasi dengan pengelola entrepreneurship corner, dengan catatan barang-barang yang biasa digunakan mahasiswa, kecuali rokok, ujarnya. Dengan membebaskan mahasiswa berjualan apa saja, mereka dapat berkreatifitas dalam berjualan, tambahnya. Misbahul Anwar mencontohkan, mahasiswa ada yang menjual kerudung, pastinya mahasiswa tersebut mencari supplier yang memberikan harga murah. Setelah mengetahui supplier yang murah, mahasiswa tersebut dapat melanjutkan usahanya di luar, ujarnya.
Sarana baru untuk melatih jiwa kewirausahaan yang hanya ada di FE UMY ini, pria yang mengajar komunikasi pemasaran di jurusan manajemen UMY menambahkan, setelah tersistematis, dan berlangsung selama satu semester, kelompok-kelompok yang pernah berjualan di entrepreneurship corner, akan direncanakan sebuah pameran entrepreneurship yang akan dilakukan di semua lingkungan UMY. Harapan Dekan FE UMY ini, setelah mahasiswa terbangun entrepreneurshipnya, mahasiswa tersebut dapat mengajak mahasiswa lain untuk bergabung membuka bisnis baru, setelah selesai kuliah, ungkapnya.
subhanallah..in yang dimaksud luar biasa…tapi sayangnya dikalangan orang cina…anak kecil saja sudah faham dengan hal semacam ini.umat islam harus kuliah dulu.berapa jauh ketinggalan kita..moga dengan kuliah UMY..bisa menutupi kekurangan besar umat islam.dan moga menjadi icon ekonomi kepada yang lain…maaf dan terima kasih